Penyebab dan Cara Menangani Mata Merah Pada Bayi

Mata merah pada bayi memang bisa jadi hanya akibat dari flu atau mengantuk. Namun, kondisi ini juga tidak bisa dianggap remeh. Mata memerah juga bisa menjadi gejala dari terjadinya suatu penyakit tertentu. Menangani mata merah yang diderita bayi juga harus dicermati dan diketahui penyebabnya terlebih dahulu. Sebagian dari penyebabnya memang tidak berbahaya, namun sebagian lain ternyata memiliki sifat menular sehingga harus segera diperiksakan ke dokter. Penyebab mata memerah pada bayi di antaranya adalah sebagai berikut. Yang pertama adalah karena iritasi. Iritasi bisa terjadi karena asap rokok, kemasukan shampo, hingga terkena zat klorin yang ada di dalam kolam renang. Periksa terlebih dahulu kemasan produk terkait penanganan apabila ada bahan asing yang masuk ke dalam mata. Bawa bayi ke UGD segera apabila terdapat bahan kimia seperti pembersih masuk ke dalam mata.

Mata merah pada bayi dapat pula disebabkan karena flu atau infeksi virus. Hal ini dapat terjadi terutama apabila ada anggota keluarga yang sedang mengalami flu pula. Bawa bayi ke dokter apabila mata merah disertai dengan gejala lain seperti tidak buang air kecil seperti biasanya, demam tinggi, susah bernapas serta tidak berhenti batuk. Penyebab lain dari mata merah yang dialami bayi dapat pula karena pecahnya pembuluh darah. Pembuluh darah yang pecah ini terletak di bawah konjungtiva di mata bayi. Darah yang keluar tidak bisa seluruhnya diserap konjungtiva sehingga mata menjadi merah. Apabila hal ini terjadi pada bayi baru lahir, maka penyebabnya adalah tekanan yang terjadi selama proses persalinan. Kondisi ini tergolong tidak berbahaya karena bisa reda dalam waktu satu hingga dua minggu.  Hubungi dokter apabila mata masih memerah setelah lebih dari dua minggu.


Penyebab dan Cara Menangani Mata Merah Pada Bayi

Penyebab berikutnya dari mata merah pada bayi ialah konjungtivitas. Kondisi ini ialah peradangan yang terjadi pada konjungtiva, yaitu lapisan pembatas kelopak mata serta melapisi bagian putih dari mata. Situasi ini biasanya akan terjadi pada salah satu mata, kemudian akan menjalar menuju mata yang lain. Bayi dapat mengalami kondisi ini saat pilek ataupun batuk. Terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan konjungtivitas. Pertama adalah virus, yang dapat reda dalam waktu seminggu ataupun lebih. Menanganinya bisa dengan membasuh mata bayi menggunakan air hangat serta kain lembut. Lakukan beberapa kali sehari dan selalu ingat untuk mencuci tangan sebelum serta sesudahnya. Dokter juga kadang akan menyarankan untuk meneteskan ASI perah ke atas mata bayi dalam beberapa kali sehari guna meredakan infeksi ini.

Faktor lain yang menyebabkan konjungtivitas ialah bakteri, termasuk di antaranya adalah bakteri streptococcus, staphylococcus dan hemophilus. Apabila disebabkan oleh bakteri, maka mata bayi akan mengeluarkan cairan berwarna kuning pekat hingga bagian kelopak matanya tidak bisa terbuka. Kondisi ini dapat pula diakibatkan bayi yang terpapar gonorea atau klamidia ketika proses persalinan. Dokter biasanya akan meresepkan salep antibiotik ataupun obat tetes khusus bayi. Obat dalam bentuk salep akan diberikan dengan cara dioleskan di kelopak mata bayi bagian bawah selama satu minggu. Faktor penyebab konjungtivitas yang terakhir adalah alergi. Hal ini jarang ditemukan pada bayi yang usianya kurang dari satu tahun. Namun, bayi juga bisa mengalami alergi terutama pada debu serta asap. Selain memerah, mata juga bisa merasa gatal, bengkak serta berair. Kompres mata bayi menggunakan air hangat serta kain lembut agar tenang. Demikian adalah beberapa penyebab serta cara mengatasi mata merah pada bayi.

Belum ada Komentar untuk "Penyebab dan Cara Menangani Mata Merah Pada Bayi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel